Curahan Hati si Mapala

Posted: 8 Januari 2011 in History Pecinta Alam

Curahan Hati si Mapala

Kamu pasti sudah tahu kan apa itu Mapala? Sebelumnya, kami pribadi salut dengan para Mapala yang tulus memperhatikan, menjaga dan peduli dengan alam yang diberikan oleh Sang Pencipta ini. Sewaktu kemarin kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke tempat yang masih tergolong alami di kota kami, terlintas di benak kami bagaimanakah kondisi di sini pada tahun-tahun mendatang? Betapa malangnya jika barisan bukit-bukit nan indah tanpa di tumbuhi pohon-pohon besar sebagai mahkotanya.

Dalam lain hal, kami juga mengerti kondisi sekarang ini memang bisa melihat bahwa kebutuhan semakin meningkat. Termasuk kebutuhan pada kayu yang biasanya digunakan sebagai material dalam pembuatan rumah, meubel, meja/kursi, dsb.

Sebagai manusia yang lagi belajar dan berperasaan , hati kecil kami cuma bisa berharap dan berdoa semoga Tuhan tetap memberikan sajian keindahan meskipun sumber keindahan tersebut kini sudah terancam. kami saat ini memang hanyalah seorang manusia kecil yang mencoba untuk memperhatikan apa yang di ucapkan oleh kata hati kami.

Beberapa saat kemudian, ketika dalam perjalanan pulang kami teringat nasib kami sebagai Mapala yang malang. …….. Ini bukan berarti kami adalah Mahasiswa pencinta alam yang aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang telah terprogram, melinkan Mapala dalam lain hal yang mencoba bertahan, berusaha dan berjuang untuk meraih indahnya mimpi-mimpi kami. Karena kami merasa besar kepala ketika teman-teman kami yang sudah hidup dengan taraf standar, “bro, gimana, udah wisuda??”, “bro kapan lo wisuda?!?”, atau “Gimana, udah kerja dimana lo??”. kami hanya bisa tersenyum kecil karena melihat keberhasilan yang telah mereka dapatkan sambil menjawab, “Belum..,   masih dalam perjalanan meraih mimpi..”.

Ketertinggalan tidaklah akan menjadi tertinggal selamanya, tapi tertinggal karena di balik ketertinggalan itu terselip berjuta pelajaran yang belum tentu di dapatkan oleh semua orang. Tapi perlu di ingat, semuanya harus di jalani dengan sabar, penuh perjuangan dan juga doa.

Kalo kamu bertanya-tanya, “Trus apa hubungannya dengan malangnya nasib si Mapala?!?”. Memang nggak ada. Tapi pada intinya menjadi Mapala, alias Mahasiswa Paling Lama (belon wisuda) rasanya malang banget. Ketika teman-teman sudah pada wisuda atau sudah pada kerja, kita justru masih jadi betah di kampus. Huehue.., jalani dengan penuh perjuangan dan doa aja deh. Itu bukan alasan bagi si pem Belajar SEO para pemula untuk menyerah.

Maybe I’m looser now, but tomorrow I’ll be same with you, or even higher with you my friends :pray:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s