Mapala dan Habitat Aslinya

Posted: 8 Januari 2011 in History Pecinta Alam

Kembalikan Mapala ke Habitat Aslinya

Di era globalisai saat ini membuat kita semakin berlomba untuk membuat sebuah prestasi. Semua orang bersaing untuk menjadi yang terbaik. Tapi tidaklah mudah untuk menjadi yang terbaik. Banyak hal yang harus dipenuhi. Jika kita adalah sekelompok pecinta alam, maka kita harus punya alat-alat yang cukup untuk berkegiatan. Kita sebagai seorang MAPALA, harus punya dana untuk tetap exist dan membuat sebuah prestise.

 

Permasalahannya adalah dana, apapun kegiatan yang kita kerjakan dan apapun yang kita khayalkan, pasti dan harus membutuhkan dana. Tapi dengan permasalahan tersebut apakah kita akan berhenti untuk berkreatifitas?. Jawabanya tentu saja tidak!!!. Banyak Mapala mencari solusi dengan mengadakan outbond, pendakian massal, maupun kejuaraan (perlombaan) yang kesemuanya bertujuan untuk mencari dana tambahan demi kantong kas organisasinya. Dan sebutlah keuntungan tersebut digunakan untuk pembenahan organisasi, penambahan alat, dan berbagai macam kegiatan yang untuk menumbuhkan berbagai macam ide dan kreatifitas untuk menambah jam terbang.

Tapi dengan seiiringnya kita mengadakan kegiatan komersil tersebut, terkadang kita malah lupa dengan hakikat kita sebagai Pecinta Alam dan Petualang. Kita dituntut untuk bekerja keras, mencari dana dari sponsor dan kita terus disibukkan dengan acara ini-itu yang intinya sering membuat kita lupa dalam memperhatikan lingkungan dan akhirnya membuat kita cuek , karena ada kepentingan yang harus didahulukan.

Sebenarnya ada satu solusi yang dapat kita ketengahkan disini. “Setiap Mapala memiliki Yayasan” yang mana yayasan tersebut nantinya yang akan memikul beban dana yang dibutuhkan oleh organisasi induk. Jadi, Mapala sebagai organisasi induk lebih terfokus untuk sisi keilmuannya dan tidak terlalu pusing mencari dana, dan tidak lagi pusing dengan penambahan alat atau hal lainnya, karena permasalahan seperti itu sudah di organisir oleh yayasan. Sehingga, Mapala punya waktu untuk memperhatikan lingkungan yang semakin kritis dan keilmuan yang memadai.

Metode ini sangat cocok diaplikasikan di Mapala-mapala, karena Mapala tersebut berada di sebuah kampus. Jika kita mau membuat yayasan, dengan mudah dapat mengumpulkan dana. Misalkan saja, sebuah Mapala, mereka memiliki yayasan lalu membuat sablonase, bukankah itu mudah? Dengan begitu, ada pemasukan untuk kas Mapala dari yayasan tadi. Maka biarkanlah Mapala dikembalikan ke Habitat Aslinya, guna menjaga kelestarian alam, karena Mapala tidak ada hubungannya dengan unsur Komersilitas .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s