Popala

Bahwa sesunguhnya alam beserta isinya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang perlu kita cintai dan kita lestarikan. Mencintai dan Melestarikan alam merupakan tugas dan tanggung jawab umat manusia, termasuk kita sebagai seorang pecinta alam.
Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan Didorong oleh rasa cinta terhadap alam serta sadar akan tanggung jawab bumi terhadap keselamatan alam beserta isinya guna kesejahteraan umat manusia serta untuk membentuk mental spiritual mahasiswa, menjadi manusia seutuhnya berdasarkan dan berlandaskan pada sifat kekeluargaan dan gotong royong maka dibentuklah suatu perhimpunan mahasiswa pecinta alam dengan nama POPALA.

Selamat Datang para Petualang Rimba. Selamat datang di Rimba Maya yang berisi curahan hati dan goresan tangan serta pemikiran tentang dunia Pecinta Alam. Rumah Rimba yang isinya mungkin tidak berguna bagi orang lain tapi mungkin bisa sedikit memberi faedah kepada orang lainnya lagi.

Sejarah berdirinya Mapala Popala
Sejarah terbentuknya Mapala Popala
Hampir disetiap Perguruan tinggi di Indonesia mempunyai sebuah organisasi kepencinta alaman, baik itu organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) ataupun Kelompok Pecinta Alam (KPA).
Dimulai pada tahun 2006 beberapa orang teman-teman mahasiswa berinisiatif membangun organisasi pecinta alam ini, namun entah kenapa gaung mereka menghilang tidak lama setelah beberapa kali mereka mengadakan pertemuan dan beberapa kali berkonsultasi dengan Pembantu Directur III,dan dengan Dosen yang kebetulan pernah ikut di Kegiatan Kepencinta Alaman, setelah itu tidak ada aktivitas lagi, bahkan mereka tidak pernah memberi nama ataupun lambang untuk organisasi Mahasiswa Pecnita Alam tersebut. Ditahun 2007, atas inisiatif Mahasiswa – Mahasiswa itu dibuat beberapa selebaran yang berisi ajakan untuk teman-teman mahasiswa yang berminat ataupun yang mempunyai hobby bergaul dengan alam bebas, untuk bersama-sama mendirikan organisasi Mahasisiwa Pencinta Alam. Ternyata selebaran tersebut cukup mendapat respon dari beberapa orang mahasiswa Politeknik Tegal, teman-teman tersebut mengutarakan niatnya serta ketertarikan mereka untuk bergabung dengan organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Popala Tegal, bahkan mereka sempat mendaftarkan diri mereka, itu tercatat sekitar 26 orang mahasiswa/i yang mengajukan diri mereka. Namun setelah mereka diberi formulir pendaftaran, yang diformulir tersebut terdapat pula surat pernyataan yang biasa pula disebut dengan “Kontrak Mati”, ternyata teman-teman tersebut tidak pernah lagi mengembalikan formulir pendaftaran yang mereka terima dan harus mereka isi tersebut,
Namun kehidupan keorganisasian lingkungan kampus sangat sulit terpisahkan dengan nama “Mapala”, mungkin bisa diibaratkan “Kampus tanpa Mapala bak Sayur tanpa Garam”, walaupun sering pula organisasi ini dianggap sebagai organisasi Sayap kiri dilingkungan kampus mereka. Oleh sebab itu di tahun itu juga setelah sebelumnya gagal berdirinya organisasi pecinta alam- kembali dibuat selebaran-selabaran ajakan untuk bergabung bersama-sama belajar berorganisasi, bersama-sama membangun kerajaan Mapala Mapala Popala kali ini respon teman-teman atas ajakan ini sangat tinggi, selebaran tersebut di pasang di papan pengumuman kampus, setiap mahasiswa yang berminat mereka diberi formulir pendaftaran namun kali ini tanpa “Kontrak Mati”, sampai tengat waktu yang diberikan formulir yang kembali sebanyak 23 lembar, dan diantara mereka inilah cikal bakal anggota berdirinya Mahasiswa Pencinta Alam dilingkungan kampus Politeknik Tegal, atau yang diberi nama Mahasiswa Pecinta Alam POPALA , disingkat dengan Mapala “Politeknik Pecinta Alam””.
Lahirnya Mapala Popala
Untuk semua anggota Mapala Popala sekarang sampai anggota Mapala Popala seterusnya, wajib mengingat tanggal berdirinya Mapala Popala, Mapala Popala lahir pada tanggal 17 Agustus 2007. bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan DiDeklarasikan di Gunung Ciremai 3078 Mdpl
Setiap orang baik itu anggota Mapala Popala ataupun bukan anggota Mapala Popala, pasti bertanya-tanya kenapa jadi organisasi mahasiswa pecinta alam, apa alasan memberi nama Popala. maka pada hari tanggal Bulan Tahun 2007 sekitar jam 3 sore bertempat diruang F kampus Politeknik Tegal dilaksanakanlah pertemuan pertama yang merupakan cikal bakal berdirinya Mapala di kampus Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal
Rapat pada tanggal tersebut merupakan rapat perkenalan dan rapat keakraban bagi para teman-teman calon anggota Mapala Popala, setiap anggota dipersilahkan memperkenalkan diri mereka sekaligus memaparkan alasan mereka ingin bergabung dengan Mapala, dengan jam dan tempat yang sama.

POPALA

Mahasiswa Pencinta Alam Politeknik Tegal

VISI
Terwujudnya Mahasiswa Mahasiswi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap alam.

MISI
Membentuk Mahasiswa Mahasiswi yang peka terhadap alam sekitar dan alam bebas secara luas, Membentuk Mahasiswa Mahasiswi sebagai pribadi yang mencintai kelestarian alam, dan menumbahkan rasa kepemilikan terhadap alam, serta seni dan budaya.

Base Camp : Jl. Dewi Sartika No. 71 ( Kampus Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal )

Contact Person :

Windi : 08996511982

Bagus : 085742340006

Cuzni : 085869193646

Email : dhanitrilogy@gmail.com

Arti Dan lambang Popala

Lambang POPALA merupakan satu kesatuan unsur warna dan gambar dan tulisan POLITEKNIK PECINTA ALAM

( POPALA ) KOTA TEGAL.
Arti dan lambang :
Lingkaran luar berupa lingkaran warna hitam yang melambangkan kekuatan persaudaraan.
Lingkaran dalam melambangkan bumi tempat segala aktivitas manusia.
Tulisan Politeknik Pecinta Alam ( POPALA ) Kota Tegal yang melambangkan nama organisasi.
Gambar 2 ( dua ) Bintang melambangkan kejayaan.
Gambar gunung dengan puncak yang berbeda yang melambangkan kemajuan POPALA semakin meningkat.
Gambar laut dengan warna biru yang melambangkan ketenangan yang sempurna dan kecerdasan.
Gambar telapak kaki dengan warna putih yang mempunyai arti setiap jejak yang ditinggalkan selalu mempunyai manfaat.
Gambar mata angin yang mempunyai arti bahwa POPALA dalam melangkah selalu mempunyai tujuan yang pasti.
This Is POPALA Wherever.. Whenever and whatever activities we will always be together

Wiji Wana
Tunas Rimba
Sapta Giri
TirtaSaba